Wednesday, November 21, 2012

Lupa Doa

Aku baca: Ubahlah semua kekhawatiran dan ketakutan jadi doa. Take a break from life 5 times a day with sholat.
Rasanya dadaku seperti dipukul palu.
Malu.
Halo-halo. Kemana aku?

Setiap hari aku berusaha kuat.
Untuk Mama, untuk Papa.
Aku yang pertama, aku harus sukses!
Untuk adik-adiku juga.
Biar tidak malu sama kakaknya.

Apa yang aku rasa semua beda dari bayangan.
Apa yang aku dapat semua menekan.
Politik sana-sini.
Tekan kesana-kemari.
Libas kanan-kiri.
Aku baru, aku tunggu mati.
Sendiri berdiri.

Hampir tiap hari aku nangis.
Serba sendiri itu sepi, Jendral!
Cerita kanan kiri sama saja cari mati.
Eh akhirnya pasti mati sih, tapi jangan cepat-cepat dong.
Tidak siap, belum mungkin ya.

Hampir tiap hari aku nangis.
Ini mimpi siapa sih? Aku cuma bisa meringis.

Aku berdoa tapi juga bertanya-tanya.
"Ya Allah, sampai mana?"
Lalu aku lupa.
Aku korbankan segalanya.
Padahal waktu tidak terbeli.
Padahal air mata tidak kembali.
Semua hanya berakhir dengan siap-siap mati.

Aku lupa.
Allah tidak tidur dan selalu terjaga.
Semua doa diterima.
Semua doa ada jalannya.
Aku dosa sekali ya.
Melupakan yang tidak pernah lupa.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.